Rabu, 08 Juni 2011

HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN SKI MI

PENDAHULUAN

            Strategi pembelajaran yang dipilih oleh guru selayaknya didasari pada berbagai pertimbangan sesuai dengan situasi, kondisi dan lingkungan yang akan dihadapinya. Guru diharapkan mengembangkan atau mencari strategi lain yang dipandang lebih tepat. Sebab, pada dasarnya tidak ada strategi yang paling ideal. Masing-masing strategi mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. hal ini sangat bergantung pada tujuan yang hendak dicapai.
            Mengingat belajar adalah proses bagi siswa dalam membangun gagasan atau pemahaman sendiri, maka kegiatan belajar mengajar hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan hal itu secara lancar dan termotivasi. Suasana belajar yang diciptakan guru harus melibatkan siswa secara aktif, misalnya mengamati, bertanya dan mempertanyakan, menjelaskan, dan sebagainya. Belajar aktif tidak dapat terjadi tanpa adanya partisipasi peserta didik. Para siswa hendaknya lebih dikondisikan berada dalam suatu bentuk pencarian daripada sebuah bentuk reaktif. Yakni, mereka mencari jawaban terhadap pertanyaan baik yang dibuat oleh guru maupun yang ditentukan oleh mereka sendiri. Semua ini dapat terjadi ketika siswa diatur sedemikian rupa sehingga berbagai tugas dan kegiatan yang dilaksanakan sangat mendorong mereka untuk berpikir, bekerja,danmerasa.


PEMBAHASAN
HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN SKI MI
A. Pengertian strategi pembelajaran
          Secara umum strategi mempunyai pengertian sebagai suatu garis besar haluan dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, srategi biasa diartikan sebagai pola umum kegiatan guru-murid dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan
            Pada mulanya istilah strategi digunakan dalam dunia meliter dan diartikan sebagai cara penggunaan suatu peperangan. Seseorang yang berperang dalam mengatur strategi, untuk memenangkan peperangan sebelum melakukan suatu tindakan, ia akan menimbang bagaimana kekuatan pasukan-pasukan  yang dimilikinya baik dilihat dari kuantitas maupun kualiasnya.
            Dari ilistrasi tersebut dapt disimpulkan, strategi digunakan untuk memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan. Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertantu.
   Dibawah ini akan diuraikan beberapa definisi tentang strstegi pembelajaran menurut para ahli:

Kemp (1995)
Menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harusdikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efesien.



Kozma dalam Gafur (1989)

Secara umum menjelaskan bahwa strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih, yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu.

Gerlach dan Ely (1980)

Menjelaskan bahwa strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu. Selanjutnya dijabarkan oleh mereka bahwa strategi pembelajaran dimaksud meliputi sifat, lingkup dan urutan .kegiatan pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik.
            Ada dua hal yang patut dicermati dari pengertian-pengertian diatas
  1. Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran.
  2. Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya arah dari semua keputusan dan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan.
B. komponen Strategi Pembelajaran
1. Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan
Kegiatan pendahuluan sebagai bagian dari suatu sistem pembelajaran secara keseluruhan memegang peranan penting.

2. Penyampaian Informasi
Penyampaian informasi seringkali dianggap sebagai suatu kegiatan paling penting dalam proses pembelajaran, padahal bagian ini hanya merupakan salah satu komponen dari strategi pembelajaran. Artinya tanpa adanya kegiatan pendahuluan yang menarik atau dapat memotivasi peserta didik dalam belajar maka kegiatan penyampaian informasi ini menjadi tidak berarti.

3. Partisipasi Peserta Didik
Berdasarkan prinsip student centered maka peserta didik merupakan pusat dari suatu kegiatan belajar.
         Terdapat beberapa hal penting yang berhubungan dengan partisipasi peserta didik, yaitu:
a. Latihan dan praktek seharusnya dilakukan setelah peserta didik diberi informasi tentang suatu pengetahuan, sikap atau keterampiian tertentu.
b. Umpan Balik
Segera setelah peserta didik menunjukkan perilaku tertentu sebagai hasil belajarnya, maka , guru memberikan umpan batik (feedback) terhadap hasil belajar tersebut. Melalui umpan balik yang diberikan oleh guru, peserta didik akan segera mengetahui apakah jawaban yang merupakan kegiatan yang telah mereka lakukan itu benar/atau salah, tepat/tidak tepat atau ada sesuatu yang perlu diperbaiki.

4. Tes
Serangkaian tes umum yang digunakan oleh guru untuk mengetahui :
(a) apakah tujan pembelajaran khusus telah tercapai atau belum, dan
(b) apakah pengetahuan, sikap dan keterampilan telah benar-benar dimiliki oleh peserta didik atau belum.

5. Kegiatan Lanjutan
Kegiatan yang dikenal dengan istilah follow up dari suatu hasil kegiatan yang telah dilakukan seringkali tidak dilaksanakan dengan baik oleh guru. Dalam kenyataannya, setiap kali setelah tes dilakukan selalu saja terdapat peserta didik yang berhasil dengan bagus atau di atas rata-rata :
a. hanya menguasai sebagian atau cenderung di rata-rata tingkat penguasaan yang diharapkan dapat dicapai
b. Peserta didik seharusnya menerima tindak lanjut yang berbeda sebagai konsekuensi dari hasil belajar yang bervariasi tersebut.

           Kriteria pemelihan strategi pembelajaran yang dapat digunakan dalam memilih strategi pembelajaran, yaitu:
  1. Berorientasi pada tujuan pembelajaran
  2. Pilih teknik pembelajaran sesuai dengan keterampilan yang diharapkan dapat dimiliki saat bekerja nanti (dihubungkan dengan dunia kerja).
  3. Gunakan media pembelajaran yang sebanyak mungkin memberikan rangsangan pada indera peserta didik.
Pemilihan strategi pembelajaran yang didasari pada prinsip efisiensi, efektivftas, dan keterlibatan peserta didik.
1. Efisiensi
Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat dan pemilihan metode yang mendukung tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

2. Efektivitas
Pada dasarnya efektivitas ditujukan untuk menjawab pertanyaan seberapajauh tujuan pembelajaran telah dapat dicapai oleh peserta didik. Perlu diingat bahwa strategi yang paling efisien sekalipun tidak otomatis menjadi strategi yang efektif.

3.  Keterlibatan Peserta Didik
Pada dasamya keteriibatan peserta didik dalam proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh tantangan yang dapat membangkitkan motivasinya dalam pembelajaran. Strategi pembelajaran yang besifat inkuiri pada umumnya dapat memberikan rangsangan belajar yang lebih intensif dibandingkan dengan strategi pembelajaran yang hanya bersifat ekspositori.
C. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran                                                                           Ada beberapa strategi pembelajaran yang dapat digunakan. Menurut Rowntree (1974) sebagaimana yang dikutip oleh Wina Sanjaya mengelompokkan ke dalam strategi penyampaian-penemuan atau exposition-discovery learning, dan strategi pembelajaran kelompok dan strategi pembelajaran individual atau groups-individual learning.                          Dalam strategi exposition, bahan pelajaran disajikan kepada siswa dalam bentuk jadi dan siswa dituntut untuk menguasai bahan tersebut. Sebagaimana yang dikutip oleh Wina, Roy Killen menyebutnya dengan strategi pembelajaran langsung (direct instruction). Mengapa dikatakan strategi pembelajaran langsung? Sebab dalam strategi ini, materi pelajaran disajikan begitu saja kepada siswa; siswa tidak dituntut untuk mengolahnya. Dengan demikian, dalam strategi ekspositori guru berfungsi sebagai penyampai informasi. Berbeda dengan strategi discovery. Dalam strategi ini bahan pelajaran dicari dan ditemukan sendiri oleh siswa melalui berbagai aktivitas, sehingga tugas guru lebih banyak sebagai fasilitator dan pembimbing bagi siswanya. Karena sifatnya yang demikian strategi ini sering juga dinamakan strategi pembelajaran tidak langsung.              
                               
KESIMPULAN

Strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi pelajaran, sehingga akan memudahkan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat dikuasainya diakhir kegiatan belajar.
Sebagai kesimpulan, diyakini bahwa berbagai strategi pembelajaran yang digunakan oleh pengajar pada dasarnya diarahkan agar terjadi proses belajar mendiri dalam diri siswa. Namun perlu diinga bahwapendekatang yang baik belum tentu menghasilkan pembelajaran yangnbaik pula.karena itu factor pengajar sebagai manager dari suau kegiatan pembelajaran di kelas sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran tertentu.

DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi dkk,  SBM Strategi belajar mengajar, Bandung: Pustaka Setia,1997.
Junaidi dkk, Strategi Pembelajaran, Surabaya: Lapis-PGMI,2008.


Sabtu, 04 Juni 2011

TEORI DESAIN PESAN PEMBELAJARAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
      Desain pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang, Misalnya sebagai disiplin, sebagai ilmu, sebagai sistem, dansebagai proses. Sebagai disiplin, desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang strategi serta proses pengembengan pembelajaran dan pelaksanaannya. Sebagai ilmu,desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan, pelaksanaan, penilaian, serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai mata pelajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas. Sebagai sistem, desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar.                                                                             
      Desain pembelajaran sebagai proses. Merupakan pengembangan sistematis tentang spesifikasi pembelajaran dengan menggunakan teori pembelajaran dan teori belajar untuk menjamin mutu pembelajaran. Desain pembelajaran merupakan proses keseluruhan tentang kebutuhan dan tujuan belajar serta system penyampaiannya. Termasuk di dalamnya adalah pengembangan bahan dan kegiatan pembelajaran, uji coba dan penilaian bahan, serta pelaksanaan kegiatan pembelajarannya.





B.  Rumusan Masalah
                  Bertitik tolak dari latar belakang diatas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
  1. Apa pengertian dasain pembelajaran?
  2. Apa prinsip-prinsip desain pesan pembelajaran?
  3. Bagaimana kaitan antara desain pesan dalam konteks keseluruhan komponen-komponen desain Intruksional? 
  4. Bagaimana Skema seluruh Model-Model desain pesan lengkap dengan Isi dan  karakteristik dan Setiap Model?














BAB II
PEMBAHASAN
TEORI DESAIN PESAN PEMBELAJARAN

A.  Pengertian Desain Pesan Pembelajaran                                                              
                  Herbert Simon (Dick dan Ceray,2006), Mengartikan desin sebagai proses pemecahan masalah. Tujuan sebuah desain adalah untuk mencapai solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan memanfaatkan sejumlah informasi yang tersedia. Dengan demikian, suatu desain muncul karana kebutuhan manusia untuk memecahkan suatu persoalan. Melalui suatu desain orang biasa melakukan langkah-langkah yang sistematis untuk memcahkan suatu persoalan yang dihadapi. Dengan demikian suatu desain pada dasarnya adalah suatu proses yang bersifat lineal yang diawali dengan penentuan kebutuhan, kemudian mengembangkan rencana untuk merespon kebutuhan tersebut, selanjutnya rancangan tersebut diujicobakan dan akhirnya dilakukan proses evaluasi untuk menentukan hasil tentang efektivitas rancangan (desain) yang disusun.[1]
      Desain pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang, Misalnya sebagai disiplin, sebagai ilmu, sebagai sistem, dansebagai proses. Sebagai disiplin, desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang strategi serta proses pengembengan pembelajaran dan pelaksanaannya. Sebagai ilmu,desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan, pelaksanaan, penilaian, serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai mata pelajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas. Sebagai sistem, desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar. Desain pembelajaran sebagai proses. Merupakan pengembangan sistematis tentang spesifikasi pembelajaran dengan menggunakan teori pembelajaran dan teori belajar untuk menjamin mutu pembelajaran. Desain pembelajaran merupakan proses keseluruhan tentang kebutuhan dan tujuan belajar serta system penyampaiannya. Termasuk di dalamnya adalah pengembangan bahan dan kegiatan pembelajaran, uji coba dan penilaian bahan, serta pelaksanaan kegiatan pembelajarannya.[2]
      Menurut Barbara B. Seels dan Rita C. Richey dalam buku teknologi pembelajaran  desain pesan meliputi “perencanaan untuk merekayasa bentuk fisik dari pesan” (Grabowski, 1991: 206). Hal tersebut mencakup prinsip-prinsip perhatian, persepsi dan daya serap yang mengatur penjabaran bentuk fisik dari pesan agar terjadi komuniksai antar pengirim dan penerima. Fleming and Levie (1993) membatasi pesan pada pola-pola isyarat atau symbol yang memodifikasi perilaku kognitif, efektif dan fisikomotor. Desain pesan berurusan dengan tingkat paling mikro melalui unit-unit kecil seperti bahan visual, urutan, halaman dan layer secara terpisah. Karakeristik lain dari desain pesan ialah bahwa desain harus bersifat spesifik baik terhadap baik terhadap medianya maupun tugas belajarnya. Hal ini mengandung arti bahwa prinsip-prinsip desain pesan akan berbeda tergantung pada apakah medianya bersifat statis, dinamis atau kombinasi dari keduanya (misalnya, suatu potret, film atau grafik computer). Juga apakah tugas tersebut meliputi pembentukan konsep atau sikap, pengembangan keterampilan atau strategi, atau hafalan (Fleming, 1987; Fleming dan Levie, 1993).[3]
B. Prinsip-Prinsip Desain Pesan Pembelajaran
                  Menyampaikan pembelajaran sesuaidengan konsep teknologi pendidikan dan pembelajaran pada hakikatnya merupakan kegiatan menyampaikan pesan kepada siswa oleh narasumber dengan menggunakan bahan, alat, teknik, dan dalamlingkungan tertentu (Gafur, 1986, p.5). Agar penyampaian pesan tersebut efektif, perlu diperhatikan beberapa prinsip desain pesan pembelajaran. Prinsip yang dimaksud antara lain:
  1. Kesiapan dan Motivasi (readuness and motivation)
      Kesiapan dan motivasi menyatakan bahwa jika dalam penyampaiaan pesan pembelajaran siswa siap dan mempunyai motivasi tinggi, hasilnya akan lebih baik. Siap disini mempunyai makna siap pengetahuan prasyarat, siap mental dan siap pisik. Untuk mengetahui kesiapan siswa perlu diadakan tes prasyarat, tes diaknostik, dan tes awal. Jika pengetahuan, keterampilan, dan sikap prasyarat untuk mempelajari suatu kompetensi belum terpenuhi perlu diadakan pembekalan atau matrikulasi. Selanjutnya motivasi adalaha dorongan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu, termasuk melakukan kegiatan belajar. Dorongan yang dimaksud bisa berasal dari dalam diri siswa maupun dari luar diri siswa.
  1. Penggunaan Alat Pemusat Perhatian (attention directing devices)
Prinsip ini menyatakan bahwa jika dalam penyampaian pesan digunakan alat pemusat perhatian, hasil belajar akan meningkat. Hal ini didasarkan atas pemikiran bahwa perhatian yaitu terpusatnya mental terhadap suatu objek yang memegang peranan penting terhadap keberhasilan belajar. Semakin memperhatikan semakin berhasil, semakin tidak memperhatikan semakin gagal.
3.      Partisipasi Aktif siswa (student’s active participation)
Partisipasi aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran jika siswa aktif berpartisipasi dan interaktif, hasil belajar akan meningkat, aktivitas siswa meliputi aktivitas mental (memikirkan jawaban, merenungkan, membayangkan, merasakan) dan aktivitas fisik (melakukan latihan, menjawab pertantaan, mengarang, menulis, mengerjakan tugas, dan sebagainya).

4.      Pertualangan (repetition)
Jika penyampaian pesn pembelajaran diulang-ulang, maka hasil belajar akan lebih baik. Perulangan dilakukan dengan mengulangi dengan cara yang berbeda-beda. Perulangan dapat pula dilakukan dengan memberikan tinjauan selintas awal pada saat memulai pelajaran dan ringkasan atau kesimpulan pada akhir pelajaran. Perulangan dapat pula dilakukan dengan jalan menggunakan kata-kata isyarat tertentu seperti “sekali lagi saya ulangi”, “dengan kata lain”, singkat kata”, atau “singkatnya”, dan sebagainya.
5.      Umpan Balik (feedback)
Jika dalam penyampaiaan pesan siswa diberi umpan balik, hasil belajar akan meningklat. Umpan balik adalah informasi yang diberikan kepada siswa mengenai kemajuan belajarnya. Jika salah, diberikan pembetulan (corretive feedback) dan jika betul diberi konfirmasi atau penguatan (confirmative feedback). Siswa akan menjadi mantap kalau betul kemudian dibetulkan. Sebaiknya, siswa akan tahu dimana letak kesalahannya jika salah diberi tahu  kesalahannyakemudian dibetulkan secara teknis, umpan balik diberikan dalam bentuk kunci jawaaban yang benar.[4]
C.  Kaitan antara desain pesan dalam konteks keseluruhankomponen-komponen desain  instructional.
  Desain merupakan suatu proses pemecahan masalah dengan tujuan untuk mencapai solusi terbaik dalam memecahkan masalahdengan memanfaatkan sejumlah informasi yang tersedia. Desain Pesan merupakan perencanaan untuk merekayasa bentuk fisik dari pesan agar terjadi komunikasi antara pengirim dan penerima,dengan memperhatikan prinsip-prinsip perhatian, persepsi dan dayatangkap. Desain pesan berkaitan dengan hal-hal-hal mikro, seperti :bahan visual, urutan, dan halam secara terpisah yang bersifat spesifik,baik  tentang media maupun tugas belajarnya.Tujuan setiap Desain Pesan adalah untuk mengoptimalkan metodepembelajaran  dalam  mencapai  tujuan  pembelajaran  dalam hal meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa.
               Hubungan Desain Pesan dengan Desain Instruksional adalah Desain Pesan dirancang sebagai jawaban dan cara yang efektif untukmengatasi berbagai masalah dalam pembelajaran serta mengaitkan antara teori pembelajaran dan praktik pendidikan. Hal ini didasari oleh hal yang tidak seharusnya terjadi di banyak sekolah negeri. Banyak siswa ternyata tidak dapat mengembangkan kapasitas belajar mandirikarena gagal dalam mempelajari apa yang terjadi. Siswa cenderung menghentikan proses belajarnya ketika sudah keluar dari lembaga pendidikan  dan  lambat  dalam  menyesuaikan  diri  terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dengan cepat. Desain  Instruksional  disusun  untuk kebutuhan  guru  dalammelaksanakan tugas mengajarnya yakni bagaimana proses merancangprogram pembelajaran untk membantu proses belajar siswa, dengandemikian perencanaan merupakan kegiatan menerjemahkan kurikulumsekolah  kedalam  kegiatan  pembelajaran  di  dalam  kelas.

D. Skema Seluruh Model-Model Desain Pesan Lengkap dengan Isi danKarakteristik dari Setiap Model.
Perbedaan antara teori pembelajaran dan teori pengajaran sertateori preskriptif dan teori deskriptif berikut praktiknya secara mendetail serta hubungan diantara teori tersebut. Mengenal perbedaan-perbedeaan tersebut  secara  jelas  penting untuk memahami  dan  meningkatkan pengetahuan kita tentang pembelajaran. Karena proses pembelajaran digambarkan sebagai suatu studikhusus tentang “proses kendali cybernatics” yang merupakan mekanisme yang  menyediakan  umpan  balik dan  memungkinkan  sistem  untuk menyesuaikan dengan kondisi tertentu. Perbandingan dengan teori sistem ini memfasilitasi analisis dan pemahaman tentang proses pembelajaran. Proses Pengendalian Belajar. Tindakan beberapa orang diarahkan pada beberapa objek dan ditujukan untuk mencapai suatu tujuan yang spesifik dalam situasi tertentu. Agen pembelajaran harus memiliki program transformasi  dengan  dua  tipe:     
1. Berdasarkan  proses  dan  aturan(algoritmik), seseorang yang tahu cara berenang tapi tidak bisa berenang
2. Dipandu oleh proses dan aturan (nonalgoritmik), misalnya seseorang tidak memiliki bayangan sama sekali tentang bagaimana cara berenang tapi  ia  memperhatikan  seseorang  yang  berenang  dan  ia  mampu mengikutinya.
              Proses Pembelajaran.  Aktivitas yang diarahkan untuk mencapaitujuan adalah aktivitas pembelajaran. Agen pembelajaran (seorang guruatau sumber pembelajaran lainnya) mengarahkan tindakannya pada objek (siswa). Tindakan tersebut ditujukan untuk mencapai tujuan spesifik yaitu mengembangkan karakteristik psikologis dan perubahan perilaku tertentu) pada  kondisi internal  maupun  eksternal.  Keberhasilan  proses pembelajaran tergantung dari pengajaran yang didesain oleh guru. Proses Pembelajaran; memiliki gambaran spesifik seperti:
1. Ada objek yang ditransformasikan (manusia yang memiliki motif dan kebutuhan khusus dan sejumlah kemampuan yang diatur untuk mencapai satu tujuan
2. Ada  karakteristik  yang  ditransformasikan/perubahan perilaku (secara psikologis dan behavioral)
3.  Ada tujuan yang ingin dicapai.
4.  Untuk  mencapai  tujuan pembelajaran, seorang  pengajar  harusmengetahui suatu preskripsi (algoritmik dan nonalgoritmik) danpanduan pembelajaran.
5. Preskripsi yang dimaksud disini adalah program pembelajaran danproses pembelajaran.[5]


BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
                Herbert Simon (Dick dan Ceray,2006), Mengartikan desin sebagai proses pemecahan masalah. Tujuan sebuah desain adalah untuk mencapai solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan memanfaatkan sejumlah informasi yang tersedia. Desain pesan meliputi “perencanaan untuk merekayasa bentuk fisik dari pesan.
        Psrinsip-prinsip desain pesan pembelajaran diantaranya:
6.       Kesiapan dan Motivasi (readuness and motivation)
7.       Penggunaan Alat Pemusat Perhatian (attention directing devices)
8.       Partisipasi Aktif siswa (student’s active participation)
9.       Pertualangan (repetition)
10.   Pertualangan (repetition)
            Desain merupakan suatu proses pemecahan masalah dengan tujuan untuk mencapai solusi terbaik dalam memecahkan masalahdengan memanfaatkan sejumlah informasi yang tersedia.

B.  Saran
                        Dalam makalah ini tentunya akan ada kekurangan-kekurangan argumentasi atau mugkin terdapat kekeliruan dalam penulisan atau susunan kata-kata, oleh karena itu kritik dan saran kami butuhkan guna perbaikan berikutnya. Untuk memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam, kami sarankan juga untuk membaca referensi-referensi lain yang terkait dengan Teori Desain Pesan Pembelajaran.



DAFTAR PUSTAKA

Barbara B. Seels dan Rita C. Richey, Teknologi Pembelajaran Definisi dan Kawasannya, Jakarta: Universitas Negeri Jakarta,1994.

Dewi Salma Prawiradilaga Evelina Siregar, Mozadik Teknologi Pendidikan, Jakarta: Kencana, 2008.

Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem pembelajaran, Jakarta: Kencana, 2010.
                        
http://www.scribd.com/doc/48685442/UAS-Desain-Pesan, Diakses Pukul 07.30 pm, 17 mei 2011.
http://www.scribd.com/doc/48685442/UAS-Desain-Pesan, Diakses Pukul 08.30 pm, 20 mei 2011.





                         [1]Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembalajaran, (Jakarta: Kencana, 2010), hal. 65-66.
        [2]http://www.scribd.com/doc/48685442/UAS-Desain-Pesan, Diakses Pukul 07.30 pm, 17 mei 2011.
        [3]Barbara B. Seels dan Rita C. Richey, Teknologi Pembelajaran Definisi dan Kawasannya,  (Jakarta: Universitas  Negeri Jakarta, 1994), hal. 33-34.
[4]Dewi Salma Prawiradilaga Evelina Siregar, Mozaadik Teknologi Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2008)  hal. 18-20.
                        [5]http://www.scribd.com/doc/48685442/UAS-Desain-Pesan, Diakses Pukul 08.30 pm, 20 mei 2011.

Minggu, 22 Mei 2011

PENDIDIKAN ISLAM DAN MADRASAH

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
            Gaung pembaruan pemikiran islam yang bergema di berbagai dunia Islam-Mesir,Turki,India akhirnya pada awal abad kedua puluh sampai juga ke Indonesia dibawa oleh para pelajar yang pulang kembali ke Indonesia membawa pemikiran-pemikiran baru,salah satu diantara pikiran-pikiran baru itu adalah dalam bidang pendidikan.
            Lembaga pendidikan Islam yang muncul di Indonesia,untuk menyahuti ide pembaruan itu adalah madrasah. Madrasah yang dalam bahasa Indonesia dengan sekolah. Di dunia Islam perkataan madrasah sudah lama dikenal. Misalnya madrasah yang didirikan oleh Nuruddin Zinki penguasa Syria dan Mesir, beliaulah yang mula-mula mendirikan madrasah di Damaskus.

B. Rumusan Masalah
            Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
  1. Apa iu madrasah?
  2. Bagaimana perkembangan madrasah?
  3. Bagaimana madrasah jika dilihat dari segi sebagai pendidikan Islam?

C. Tujuan penulisan
            Dalam makalah ini tujuan penulisannya adalah:
*      Menambah wawasan pengetahuan mahasiswa dalam mata kuliah sejarah pendidikan Islam
*      Meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam proses perkuliahan
*      Memenuhi tugas oleh dosen pengampu




BAB II
PEMBAHASAN
PENDIDIKAN ISLAM DAN MADRASAH

A. Pengertian Madrasah
               Kata “Madrasah” Berasal dari bahasa Arab yaitu isim makan dari kata: darasa-yadrusu-darsan wa durusun, wa dirasatan, yang berarti: terhapus, hilang berkasnya.  menghapus, menjadikan usang, melatih, mempelajari. Maka madrasah berarti merupakan tempat untuk mencerdaskan peserta didik menghilangkan ketidaktahuan atau memberantas kebodohan, serta melatih keterampilan sesuai dengan bakat, minat dan kemampunnya. Pengetahuan dan keterampilan seseorang akan cepat usang selaras dengan kecepatan kemajuan iptek dan perkembangan zaman sehingga madrasah pada dasarnya sebagai wahana untuk mengembangkan kepekaan intelektual dan informasi, serta memperbaharui pengetahuan, sikap dan keterampilan secara berkelanjutan, agar tetap Up to date dan tidak cepat usang.
               Madrasah adalah penekanannya sebagai suatu lembaga yang mengajarkan ilmu-ilmu keislaman,  perkataan madrasah di Indonesia baru popular setelah awal abad ke dua puluh. Sistem madrasah mirip dengan sistem sekolah  umum di Indonesia para siswa tidak mesti tinggal mondok dikomplek madrasah, siswa cukup datang kemadrasah pada jam-jam berlangsung pelajaran pada pagi hari atau sore hari.
               Ditinjau dari segi tingkatannya, madrasah dibagi kepada:
  1. Tingkat Ibtidaiyah (Tingkat dasar)
  2. Tingkat Tsanawiyah (Tingkat menengah)
  3. Tingkat Aliah (Tingkat menengah atas)



B. Perkembangan madrasah
               Lembaga pendidikan yang terkenal didunia Islam pada zaman klasik adalah: kuttab, mesjid dan madrasah ada juga yang membaginya kepada: maktab/kuttab al-jami’ majelis Islam atau majelis adab, dan madrash atau kuliah (al-ahwani,63)
               Kuttab adalah lembaga pendidikan tingakat rendah, tempat belajar,membaca dan menulis Al-Qur’an, al-jami’ maknanya disini adalah mesjid, mesjid yang telah berfungsi sebagai tempat pendidikan semenjak zaman rasulullah. Mejelis ilmu atau mejelis adab merupkan tempat pertemuan yang dipimpin langsung oleh khalifah. Madrasah adalah lembaga pendidikan yang tumbuh setelah masjid salah satu faktor yang menyebabkan tumbuhnya madrasah adalah karena masjid-masjid telah penuh dengan tempat-tempat belajar dan hal ini amat mengganggu aktivitas pelaksanaan ibadah shalat
               Di antara madrasah-madrasah yang termasyhur di dunia islam adalah :
ü  Madrasah Nizamiyah didirikan pada tahun 457 H
ü  Madrasah Nuruddin Zinki
ü  Madrasah Al- Mustanshiriyah didirikan di Baghdad
ü  Madrasah Nuriyah didirikan di Damaskus tahun 563 H

               Pada madrasah- madrasah tersebut diajarkan ilmu- ilmu Aqliyah, Naqliyah dan Lisaniyah. Madrasah ini berkembang baik di belahan Timur  dan belahan Barat.
               Tumbuh dan berkembangnya madrasah di Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan tumbuh dan berkembangnya ide – ide pembaruan dikalangan umat islam. Di antara ulama yang berjasa dalam menggagas tumbuhnya madrasah di Indonesia antara lain :
  1. Syeikh Abdullah Ahmad pendiri madrasah Adabiyah di Padang 1909
  2. Syeikh M. Thaib Umar pendiri Madrasah school di Batu sangkar 1910.
   Sekolah di Indonesia, merdeka, maka salah satu diantara departeman yang dibentuk adalah departemen agama sebagai perwujudan dari falsafah hidup bangsa Indonesia yang religius departemen Agama didirikan pada tanggal 3 januari 1946. salah satu bidang garapan departemen agama adalah bidang pendidikan Agama, seperti madrasah,pesantren dan mengurus pendidikan agama di sekolah-sekolah umum.
               Dalam reangka upaya meningkatkan madrasah,maka pemerintah melalui kementrian Agama memberikan bantuan-bantuan kepada madrasah dalam bentuk material dan bimbingan itu, kementrian Agama mengeluarkan peraturan mentri Agama No 1 Tahun 1946 dan disempurnakan denagn peraturan mentri agama No 7 tahun 1952.
               Didalam peraturan tersebut dicantumkan yang dinamakan madrasah, ialah: tempat pendidikan yang diatur sebagai sekolah dan membuat pendidikan dan ilmu pengetahuan Agama islam menjadi pokok pengajaran.
               Upaya pemerintah selanjutnya untuk meningkatkan status madrasah adalah denagn jalan menegerikan madrasah-madrasah swasta yang dikelola oleh masyarakat.

C. Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam                              Abu khalil Abu Al-ainain mengungkapkan bahwa hakikat pendidikan Islam itu adalah perpaduan diantara pendidikan akal,akidah,akhlak perasaan keindahan dan kemasyarakatan.
               Berdasarkan peraturan mentri agama No 1 Tahun 1946 dan peraturan mentri Agama No 7 Tahun 1950 maupun SKB (Surat kebutuhan bersama) Tiga mentrinTahun 1975, adalah madrasah merupakan lembaga pendidikan yang menjadikan mata pelajaran agama islam sebagai mata pelajaran pokok atau dasar disamping itu juga,diajarkan mata pelajaran umum. Mata pelajaran pokok adalah mata pelajaran yang menentukan dalam memberi penilaian terhadap status seorang siswa baik pada waktu penentuan naik kelas atau penentuan ujian akhir.
               Struktur program kurikulum madrasah, pendidikan Agama terdiri dari mata pelajaran:
ü  Qur’an Hadits
ü  Akidah Akhlak
ü  Fiqih
ü  Sejaran dan peradaban Islam/sejarah kebudayaan Islam
ü  Bahasa Arab
   Sistem pengajaran yang digunakan dimadrasah adalah perpaduan antara sistem pada pondok pesantren dengan sistem yang berlaku disekolah-sekolah umum. Penilaian untuk kenaikan tingkat ditentukan penguasaan terhadap sejumlah bidang pengajaran forvenn, sebagai pengaruh dari ide-ide pembaharuan yang berkembang didunia islam dan kebangkitan bangsa Indonesia sendiri sedikit demi sdit pelajan umum masuk kedalam kurikulum madrasah buku-buku pelajaran Agama mulai disusun khusus sesuai tingkatan madarasah, kemudian madrasah mengukuti system pengajaran sekolah-sekolah umum kurikulum madrasah mempertahan Agama sebagai mata pelajaran pokok,walaupun dengan presentase yanga berada. Melalui kementrian Agama, madrasah yang menetapkan bahwa madrasah harus memberikan pelajaran Agama sebagai mata pelajaran pokok paling sedikit enam jam seminggu,serta pembinaan dan pengembangan madrasah dalam hal ini wewenang pembinaan dan pemberian bantuan dan tuntunan tersebut diserahkan kepada kementrian Agama. Tujuan pembinaan dan bantuan adalah agar madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam berkembang seacara terintegrasi dalm sisem pendidikan nasiaonal.
               Madrasah memeiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan sekolah umum yaitu memberikan mental keagamaan (keimanan dan ketaqwaan) yang kuat kepada siswanya sebagai lembaga pendidikan yang mempersiapkan generasi muda umat islam untuk masa depan, madrasah diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang akan mampu memainkan peran penting disemua sector kehidupan bangsa, baik itu sector Agama, social,ekonomi,polotik,ilmu pengetahuan dan teknologi persoalan yang masih dihadapi madrasah saat ini adalah masih rendahnya standar kualitas pendidikan umum yang diberikannya madrasah. Hal ini mungkin disebabkan oleh karena kurang disadarinya peran penting pendidikan umum itu bagi kelanjutan peran umat dalam percaturan pembangunan nasiaonal.
               Madrasah adalah lembaga pendidikan yang tumbuh dari dan dikelola oleh umat islam. Dismping bertujuan untuk mencerdaskan bangsa kebanyakan madrasah juga mempunyai misi untuk mendidik agar menjadi muslim yang baik, yakni yang pekat beribadah dan berakhlak mulia.

D. Tantangan yang dihadapi madarasah
         1.  Perubahan oreantasi pendidikan masyarakat
2. Di masyarakat, pendidikan umum pada umumnya lebih diutamakn daripada pendidikan keagamaan
3. Rendahnya kualitas layanan pendidikan madrasah yang dinilai orang, jika dibandingkan dengan sekolah negri.

               Oreantasi utama pengembangan madrasah adalah menciptakan citra dimasyarakat bahwa madrasah yang bersangkutan memiliki kualitas pendidikan yang cukup baik, hal ini penting karena citra ini akan mempengaruhi pilihan masyarakat apakah ingin mengirimkan anaknya kemadrasah tersebut atau tidak dan ini berarti masuk atau tidaknya dana operasional madrasah itu.

BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
               Madrasah adalah penekanannya sebagai suatu lembaga yang mengajarkan ilmu-ilmu keislaman, system madrash mirip dengan system sekolah  umum di Indonesia para siswa tidak mesti tinggal mondok dikomplek madrasah, siswa cukup dating kemadrasah pada jam-jam berlangsung pelajaran pada pagi hari atau sore hari.
               Ditinjau dari segi tingkatannya, madrasah dibagi kepada:
  1. Tingkat Ibtidaiyah (Tingkat dasar)
  2. Tingkat Tsanawiyah (Tingkat menengah)
  3. Tingkat Aliah (Tingkat menengah atas)

Di antara madrasah-madrasah yang termasyhur di dunia islam adalah :
a. Madrasah Nizamiyah didirikan pada tahun 457 H.
  1. Madrasah Nuruddin Zinki
  2. Madrasah Al- Mustanshiriyah didirikan di Baghdad
  3. Madrasah Nuriyah didirikan di Damaskus tahun 563 H










DAFTAR PUSTAKA


Furchan, Arief, 2004, Transformasi Pendidikan Islam Di Indonesia, Yogyakarta: Gema Media.
http://meetabied. Wordpress. Com. Madrasah Sebagai Lembaga Pendidikan Islam.
Shalaby, ahmad, 1976, sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Bulan Bintang.

Putra, daulay Haidar, 2007, Sejarah Pertumbuhan dan Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta: Kencana.